Rabu , Desember 7 2022
RSS
Berita Terkini
Home / Sosial Budaya / Falsafah Batak

Arsip Kategori: Falsafah Batak

Berlangganan RSS

Sembilan Nilai Budaya yg Utama pada Orang Batak Toba

1. KEKERABATAN Yang mencakup hubungan premordial suku, kasih sayang atas dasar hubungan darah, kerukunan unsur-unsur Dalihan Na Tolu( Hula-hula, Dongan Tubu, Boru), Pisang Raut (Anak Boru dari Anak Boru), Hatobangon (Cendikiawan) dan segala yang berkaitan hubungan kekerabatan karena pernikahan, solidaritas marga dan lain-lain. 2.RELIGI Mencakup kehidupan keagamaan, baik agama tradisional maupun agama yang datang kemudian yang mengatur hubungannya dengan Maha Pencipta serta hubungannya dengan manusia dan lingkungan hidupnya. 3.HAGABEON Selengkapnya »

Filsafat Tentang Partuturan

A. Pengertian Partuturan Adapun yang dinamai “partuturan” ialah hubungan kekeluargaan di antara ketiga unsur DNT (Dalihan Na Tolu). Sesuai dengan adanya 3 unsur itu maka macam hubungan kekeluargaan pun ada tiga, yaitu: 1. Hubungan kita dengan “dongan sabutuha”. 2. Hubungan kita dengan “hulahula”. 3. Hubungan kita dengan “boru”. Sudah barang tentu kita harus menjaga dan memelihara agar ketiga macam hubungan itu selalu berjalan dengan baik dan sempurna. Ada 2 buah filsafat Batak tentang itu: 1) “Habang binsusur martolutolu, Malo martutur padenggan ngolu.” Artinya: Kebijaksanaan menghadapi ketiga unsur DNT akan memperbaiki penghidupan. 2)”Habang sihurhur songgop tu bosar, Na so malo martutur ... Selengkapnya »

Hukum Adat Dalihan Na Tolu Tentang Hak Waris

dalihan na tolu

Hukum Adat Dalihan Na Tolu Tentang Hak Waris HARTA WARISAN YANG TIDAK BISA DIBAGI Harta warisan yang disebut pusaka di adat budaya Batak ialah milik bersarna sebagai lambang kekeluargaan dan persaudaraan saompu atau semarga. Harta pusaka yang seperti itu tidak dibagi dan inilah yang disebut pusaka tinggi. Harta pusaka tinggi yang dimaksud adalah yang berikut ini. 1. Golat Dinamai golat atau tanah marga ialah lahan yang milik kelompok turunan atau marga. Golat atau tanah marga ini disebut juga tanah adat. Biasanya golat, tanah marga atau tanah adat ini dijadikan tempat perburuan, tempat menggembalakan ternak. Bila berupa kolam dijadikan beternak ikan, ... Selengkapnya »

Motto Adat Pakpak “Ulang Telpus Bulung” Merugikan Diri Sendi

batak-pakpak

Motto Adat Pakpak “Ulang Telpus Bulung” Merugikan Diri Sendiri Banyak motto terdapat di Sumatera Utara, dengan motivasi spesifik intrinksik maupun ekstrinksik terhadap budaya masyarakatnya. Tapanuli mempunyai motto “Anakhonhi do hamoraon di ahu”, Simalungun terkenal dengan “Habonaron do bona”, Karo mempunyai motto “Sada gia manukta gellah takuak” dan Melayu Deli mempunyai motto “Setampuk sirih sejuta pesan”. Anakhonhi do hamoraon di ahu, bila diterjemahkan secara langsung berarti anak merupakan harta kekayaan, menjadikan orang Tapanuli sangat gigih memperjuangkan keperluaan anak-anaknya terutama menyekolahkannya setinggi-tingginya. Akibatnya bila dilakukan penelitian tidak ada orang Tapanuli buta huruf, bahkan rata-rata disetiap rumah tangga dipastikan mempunyai anak yang berpendidikan ... Selengkapnya »

Mitologi Suku Batak

mitologi-batak

Mitologi Suku Batak Mitologi bukan merupakan sebuah legenda belaka untuk suku Batak, tetapi juga sangat mempengaruhi sistem adat-istiadat Batak, bahkan masih mempengaruhi cara berpikir suku Batak sampai masa kini, antara lain tentang pendapat, bahwa manusia tidak mampu menentukan nasibnya sendiri, sekalipun dia sangat menginginkannya. Memang benar, bahwa masing-masing anak-suku ( puak) mempunyai mitologi sendiri-sendiri tentang asal mula orang Batak, tetapi pada pokoknya semua Mitologi itu sama dan berkisar pada lahirnya si Raja Batak yang menjadi nenek moyang semua orang Batak. Menurut Pdt. DR. Andar Lumbantobing dalam bukunya “Makna Wibawa Jabatan dalam Gereja Batak”, disebutkan bahwa secara genealogis antropologis, asal usul ... Selengkapnya »

Dalihan Na Tolu, Tolu Sahundulan (The Philosophy of Life)

Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa Toba) atau TOLU SAHUNDULAN (bahasa Simalungun). Dalihan dapat diterjemahkan sebagai “tungku” dan “sahundulan” sebagai “posisi duduk”. Keduanya mengandung arti yang sama, 3 POSISI PENTING dalam kekerabatan orang Batak, yaitu: 1. HULA HULA atau TONDONG, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di atas”, yaitu keluarga marga pihak istri sehingga disebut SOMBA SOMBA MARHULA HULA yang berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri agar memperoleh keselamatan dan kesejahteraan. 2. DONGAN TUBU atau SANINA, yaitu kelompok orang-orang yang posisinya “sejajar”, yaitu: ... Selengkapnya »

Scroll Ke Atas

www.komunitas-batak.com

H-O-R-A-S!

Jika Anda terbantu dengan adanya situs ini, mohon Klik LIKE atau follow kami dibawah ini!